Smart Riding, Bedakan Yang Benar dan Ceroboh

Posted on 7 September 2008. Filed under: Sosial | Tags: , , , , |

Tingginya angka kecelakan dari tahun ke tahun di Malang Raya tentunya tidak bisa dianggap enteng. Perlu ada solusi konkret untuk mengatasinya. Solusi untuk meminimalisasi angka kecelakaan itu tidak hanya dilakukan polisi, namun juga ada aksi nyata langsung dari masyarakat pengguna jalan. Dua konsep sebelumnya yang pernah digagas, yakni safety riding (berkendara aman) dan responsible riding (etika berkendara dengan mengutamakan keselamatan orag lain) menjadi modal dasar masyarakat utuk melakukan langkah konkret tersebut.

Adalah smart riding (SR), sebuah strategi berkendara cerdas yang diperuntukkan bagi pengguna jalan, utamanya pemakai kendaraan roda dua dan empat, untuk tertib berlalu lintas. Dengan pola baru ini, pengguna jalan diajak untuk membedakan antara perbuatan ceroboh yang mengundang maut dan perbuatan baik dan benar dalam berkendara sehingga tidak membahayakan orang lain. Pola SR ini diharapkan mampu membentuk masyarakat pengguna jalan menjadi lebih bertanggung jawab, tertib, patuh serta disiplin berlalu lintas. Selain itu, melalui SR, ada kesadaran baru bahwa sikap ugal-ugalan di jalan bukan saja membahayakan diri sendiri dan orang lain, tetapi bisa dikategorikan tindakan tidak cerdas.

Inovasi serta kreasi pengguna jalan sangat dibutuhkan dalam konsep SR. Misalnya memilih helm warna cerah daripada warna gelap karena ketika malam warna gelap sulit terlihat. Jika terlanjur memiliki helm warna gelap, dilengkapi dengan stiker pantul cahaya yang bisa terlihat oleh pengendara jalan ketika malam hari. Di samping itu, melajulah tidak lebih dari 60 kilometer/jam jika berkendara di dalam kota, menyalakan lampu di siang hari, berkendara di lajur kiri, mengenakan helm standar untuk anak-anak, serta tidak berkendara zig-zag.

Melalui program terpadu yang digelar Polda Jatim, Jawa Pos Radar Malang, PT Mitra Phinastika Mustika (diler Honda), dan Flexi secara serentak tiga daerah di Malang Raya -Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu- ikut terlibat aktif melaksakan program SR. Polda Jatim menuntut kreasi serta inovasi yang dilakukan jajarannya di Malang Raya, yakni Polres Malang, Polresta Malang, dan Polres Batu untuk memberikan inovasi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayahnya.

Besok (8/9), SR serempak mulai digelar di seluruh Jatim -termasuk Malang Raya- dan berakhir hingga 22 Oktober mendatang. Ada waktu selama 44 hari bagi masyarakat untuk berlomba-lomba menjadi pengguna jalan yang smart (cerdas). Terkhusus saat melintas di kawasan yang selama ini dinilai sebagai kawasan black spot (kawasan “hitam” rawan laka lantas). Hadiah diberikan bagi pengguna jalan smart yang beruntung, mulai uang tunai yang diberikan harian dan mingguan. Juga ada grand prize yang sangat menarik.

Untuk hadiah harian, diberikan subsidi BBM uang tunai Rp 100 ribu. Hadiah harian diberikan bagi pengguna di jalur SR yang fotonya masuk Radar Malang. Tentunya dengan atribut dan kelengkapan berlalu lintas yang sesuai aturan. Berikutnya, hadiah mingguan berupa uang tunai Rp 250 ribu. Hadiah ini diberikan bagi 4 pengguna jalan yang namanya muncul dalam penarikan undian berhadiah yang dikirimkan ke Radar Malang Jl Arjuno 23. Berikutnya, menjelang kegiatan SR berakhir pada 18 Oktober, pengguna jalan bisa memenangkan grand prize sepeda motor Honda Beat. Di penghujung acara, untuk seluruh Jatim, masih ada grand prize berupa uang tunai Rp 50 juta bakal diberikan bagi peserta undian yang beruntung. Jadi, ikuti terus berita dan programnya. (mas/yn/jawapos)

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...